PS. Arema atau Arema Indonesia merupakan klub yang berasal dari Kota Malang, Jawa Timur. Klub berjuluk “Singo Edan” ini berdiri pada 11 Agustus 1987. Arema memiliki suporter yang sangat fanatik dan atraktif yang disebut sebagai Aremania, Stadion Kanjuruhan yang dipilih sebagai stadion kandang Arema hampir selalu penuh dalam setiap pertandingan.
Arema merupakan juara Liga Super Indonesia musim lalu, dengan memperoleh 73 poin dari 34 pertandingan dengan mencatat kemenangan sebanyak 23 kali dan kalah 7 kali. Pada musim ini, Arema harus berjuang lebih berat karena mereka harus mengikuti tiga kompetisi yaitu Liga Champions Asia, Liga Super Indonesia dan Piala Indonesia. Skuad Arema musim ini tidak banyak berubah bahkan lima pemain asing yang membawa Arema juara musim lalu tetap dipertahankan, kekuatan Arema bertambah dengan hadirnya Ahmad Amiruddin dan TA Musafry, namun Arema kali ini tidak lagi dilatih oleh Robert Rene Alberts yang hijrah ke PSM Makassar.
PEMAIN KUNCI
Ahmad Bustomi
Ahmad Bustomi merupakan gelandang yang sangat piawai dalam membuka serangan ataupun sebagai pertahanan pertama ketika diserang. Pemuda kelahiran Jombang 25 tahun yang lalu ini merupakan pemain binaan Persema Junior dan sudah dua musim Bustomi memperkuat Arema sejak September 2009.
Chemelo Roman
Roman adalah pemain berkebangsaan Slovakia, berposisi sebagai gelandang serang dan juga bisa ditempatkan menjadi striker. Keunggulan Roman adalah dribbling dan penguasaan bola yang sangat baik, disamping tendangan kaki kirinya yang terkenal sangat keras dan terarah. Pemain kelahiran Nova Bana, 9 September 1980 ini pernah merumput di PKNS Selangor Malaysia dan Dunajska Streda sebelum akhirnya bergabung ke Arema.
Pemain Muda – Dendi Santoso
Dendi Santoso merupakan aset sepakbola Indonesia, kecepatan menggiring bola dan melepaskan diri dari lawan merupakan kelebihannya. Pemain berusia 20 tahun ini merupakan pemain asli binaan Arema. Dendi sering diposisikan sebagai sayap kiri dan striker. Dendi pernah memperkuat timnas Indonesia U-23 ketika berlaga di Sea Games 2009 yang berlangsung di Laos.
Pemain Baru – TA Musafry
Bergabung dari Persija. TA Musafry merupakan rekrutan baru Arema yang berpeluang menjadi idola baru Aremania. Pemain yang mengawali kiprahnya di Liga Indonesia bersama Persiba Bantul ini dianggap memiliki kekuatan fisik yang prima, sayang di Persija dirinya kurang bersinar karena sering dimainkan lebih melebar ke sayap, berbeda ketika dirinya menjadi striker utama Persiba Balikpapan dua musim yang lalu dimana saat itu dirinya menjadi pencetak gol terbanyak bagi Persiba Balikpapan.
Pelatih – Miroslav Janu
Miroslav Janu pernah melatih di Arema pada tahun 2008, kini dirinya kembali menukangi Arema. Pelatih berkebangsaan Republik Ceska ini merupakan pelatih dengan lisensi A-UEFA, musim kemarin pria berusia 51 tahun ini melatih tim B klub elit Slavia Praha. Tekanan yang diterima Janu musim ini adalah dia harus keluar dari bayang-bayang Robert Rene Albert yang mampu membawa Arema meraih double winner musim lalu.
Daftar Pemain Arema FC 2010/2011
Kiper
1. Kurnia Meiga (1)
2. Achmad Kurniawan (21)
3. Aji Saka (45)
Belakang
1. Benny Wahyudi (7)
2. Hermawan (30)
3. Irfan Raditya (21)
4. J.A. Farizi (20)
5. Leonard Tupamahu (4)
6. Pierre Njanka (24/Kamerun)
7. Purwaka Yudhi (2)
8. Waluyo (27)
9. Zulkifli Syukur
Tengah
1. Ahmad Bustomy (19)
2. Esteban Guillen (17/Cili)
3. Faris Bagus Dhinata (22)
4. Firmansyah (39)
5. Juan Revi Auriqto (37)
6. M. Fakhrudin (5)
7. M. Ridhuan (6/Singapura)
8. Roni Firmansyah (10)
9. Tomy Pranata (11)
10. Wahyu Gunawan (8)
Depan
1. Ahmad Amirudin (99)
2. Roman Chmelo (9/Slovakia)
3. Dendi Santoso (41)
4. Noh Alam Shah (12/Singapura)
5. Sunarto (15)
6. T.A.Musafri (11)
7. Yongki Aribowo (7)
Minggu, 30 Januari 2011
geisha
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Share to Google Buzz
Geisha Band berdiri pada akhir Desember 2003. Band ini telah meraih beragam prestasi musik di kota asalnya Pekanbaru. Kesuksesan luar biasa dicapai band yang terdiri dari Momo[vocal],Roby[guitar]leader,Aan[drum], Amek[keyboard] dan Bernard[bass]ini, saat menjadi finalis A Mild Live Wanted 2007.
Awalnya band ini bernama Jingga. Personel Jingga waktu itu terdiri dari Febri[drum]leader,Momo[vocal],Roby[guitar],Aan[guitar], Amek[keyboard], dan Bernard[bass]. Hits lagu indie yang pernah mereka keluarkan diantaranya, Hey_ya(untuk selamanya), Sya La La, Cintaku Hilang. Lagu Untuk Selamanya adalah lagu yang telah dirilis ulang untuk kompilasi A Mild Live Wanted 2007 bersama dengan D'Masiv. musikji.net
Lagu-lagu Geisha Band merupakan karya-karya musik yang mengisahkan sisi kehidupan yang banyak terjadi di sekitar kita. Geisha sendiri terjun dialiran art rock progressive, karena dalam penciptaan lagu, Geisha Band memadukan berbagai unsur-unsur yang berbeda, sehingga menjadi sebuah ciri khas dari Geisha dengan hentakan musik rock dan alunan beat yang cukup kencang.
Tahun 2009, Geisha akhirnya mendapat kontrak dengan Musica Studios untuk album perdana yang bertitelkan Anugerah Terindah. Mereka pun mengandalkan lagu yang berjudul "Jujurlah Padaku"
Geisha Band berdiri pada akhir Desember 2003. Band ini telah meraih beragam prestasi musik di kota asalnya Pekanbaru. Kesuksesan luar biasa dicapai band yang terdiri dari Momo[vocal],Roby[guitar]leader,Aan[drum], Amek[keyboard] dan Bernard[bass]ini, saat menjadi finalis A Mild Live Wanted 2007.Awalnya band ini bernama Jingga. Personel Jingga waktu itu terdiri dari Febri[drum]leader,Momo[vocal],Roby[guitar],Aan[guitar], Amek[keyboard], dan Bernard[bass]. Hits lagu indie yang pernah mereka keluarkan diantaranya, Hey_ya(untuk selamanya), Sya La La, Cintaku Hilang. Lagu Untuk Selamanya adalah lagu yang telah dirilis ulang untuk kompilasi A Mild Live Wanted 2007 bersama dengan D'Masiv. musikji.net
Lagu-lagu Geisha Band merupakan karya-karya musik yang mengisahkan sisi kehidupan yang banyak terjadi di sekitar kita. Geisha sendiri terjun dialiran art rock progressive, karena dalam penciptaan lagu, Geisha Band memadukan berbagai unsur-unsur yang berbeda, sehingga menjadi sebuah ciri khas dari Geisha dengan hentakan musik rock dan alunan beat yang cukup kencang.
Tahun 2009, Geisha akhirnya mendapat kontrak dengan Musica Studios untuk album perdana yang bertitelkan Anugerah Terindah. Mereka pun mengandalkan lagu yang berjudul "Jujurlah Padaku"
profil wALi band
Profil Biodata Wali Band
Profil Biodata Wali Band
Ini dia Profil Biodata dan foto Gambar Wali Band.
Wali Band merupakan grup musik asal BLORA yang berdomisli di Kapuk, Cangkereng. Grup musik Wali Band ini dibentuk pada tahun 2008. Anggotanya berjumlah 5 orang yaitu Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomie (drum), Ovie (kibot), dan Nunu (bass). Semua personil band ini adalah lulusan pesantren dan sebagian merupakan alumnus UIN Syarif Hidayattullah Jakarta. Album pertamanya ialah Orang Bilang dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre pop dengan sedikit sentuhan irama melayu dalam lagu-lagu mereka. Lagu hit dalam album ini adalah "Dik" dan "Egokah Aku" yang menggunakan Shireen Sungkar sebagai model video klip.
Wali Band adalah grup musik bergenre Lokal Pop Kreatif . Album pertama Wali Band mereka bertajuk ORANG BILANG dirilis 26 Maret 2008.
Dalam album tersebut,
Lagu Dik yang andalan grup yang memasukkan unsur dangdut itu tercatat hingga pertengahan Mei 2008, berhasil menjadi RBT (Ringbacktone) bagi sejuta pemilik ponsel. Ini menjadi barometer kesuksesan grup yang berangotakan lima pria itu.
Sukses album perdana, Band Wali segera merilis album keduanya. Sebelumnya, Wali telah merilis single jagoan dari album terbarunya, Cari Jodoh. Bahkan berkat RBT single Cari Jodoh ini, Band Wali mendapat hadiah umroh dari labelnya, Nagaswara.
Dalam momen Ramadhan 2009, Band Wali juga mengeluarkan single religius yang berjudul Mari Sholawat.
Single Cari Jodoh milik Wali ternyata telah dibajak oleh negara tetangga, Malaysia. Lagu ini sendiri telah diubah menjadi lagu remix. Band Wali sendiri bakal menuntut pertanggungjawaban dan akan memproses masalah pembajakan ini.
Berikut ini foto dan gambar wali band
Sabtu, 29 Januari 2011
profil fiV3 m1nutes
FIVE MINUTE IS BACK! Yup, band asal Bandung yang dikenal sebagai ‘band sarung’ kembali dengan spirit musikalitas yang lebih baru dan fresh. Spirit ini menjadi letupan energi baru lantaran banyak yang mengira band ini sudah bubar.Tahun 2009, FM merilis album baru dengan titel "Semua Ini Sendiri". Memang album terbaru tersebut merupakan proyek full kreasi. Mulai dari produser, mastering hingga pembuatan Video Klip.
Personel Dan Kontak
RICKY FM - Keyboard (ricky_fmania@yahoo.com)
RICHIE FM - Vocal (fiveminutes_richie@yahoo.com)
DRIE FM - Bass (drie_fm@hotmail.com)
IRUL FM - Gitar (irul_nuno@yahoo.co.id)
profil armada
Profil Armada Band dan Foto Rizal Sang Vokalis
Profil Armada Band dan Foto Rizal Sang Vokalis - digawangi oleh Rizal (vokal), Andith (drum), Endra (bass), Mai (gitar) dan Radha (gitar). Band ini sebelumnya bernama Kertas.
Kertas kemudian melejit menjadi salah satu band yang diperhitungkan di Palembang. Beberapa festival mereka ikuti dan hasilnya tidak mengecewakan. Dari beberapa prestasi yang mereka raih yakni, Rizal dinobatkan sebagai The Best Vocalist Festival Cyberb Tech Universitas Bina Dharma 2004 dan juga jadi finalis 3 Besar Dream Band 2005 untuk Daerah Jakarta dan Bandung.
Seiring dengan prestasi yang diraih, cukup banyak tawaran manggung. Sampai suatu ketika, saat mereka manggung di satu daerah di Sumatera, seorang produser dari Jakarta menawari mereka untuk rekaman album dan hijrah ke Jakarta.
Tawaran itu langsung mereka terima dan mereka pun ‘terbang’ ke Jakarta. Mereka merilis album perdana bertajuk “Kekasih Yang Tak Dianggap” pada November 2006 yang membuat band ini mendadak ngetop di blantika musik Indonesia. Penggarapan album perdana ini banyak dibantu musisi senior seperti Adith The Fly, Benny Vena, Ian Protonema, Heydie Ibrahim eks Power Slaves, DD Crow Roxx, dan Andy Juliet.
Euforia rekaman album perdana tersebut, membuat personel KERTAS Band terlena. Kontrak album tidak dipelajari dengan seksama, termasuk soal royalti dan pembagian honor manggung. Alhasil, ketika kemudian muncul pertanyaan soal itu, label “berkilah” sudah diatur semua di kontrak.
Kini, sembari menjalani proses hukum yang terjadi dengan label lamanya, anak-anak KERTAS Band mencoba “lahir” baru. Diawali dengan perubahan nama menjadi ARMADA Band. Sayangnya, karena “stres” lantaran menghadapi persoalan hukum, Argha memilih kembali ke Palembang. “Dia sedih banget, sampai akhirnya pilih balik ke Palembang,” jelas sang drumer, Andhit.
ARMADA langsung masuk ke manajemen baru. Tentu belajar dari pengalaman, kini mereka lebih berhati-hati membaca kontrak dan semua perjanjian yang menyangkut nasib band ini. “Kita sadar kok, kalau dengan ini artinya kita kembali lagi ke awal atau nol lagi,” kata Rizal. (sumber: hariansumutpos.com)
Foto Rizal:


Kertas kemudian melejit menjadi salah satu band yang diperhitungkan di Palembang. Beberapa festival mereka ikuti dan hasilnya tidak mengecewakan. Dari beberapa prestasi yang mereka raih yakni, Rizal dinobatkan sebagai The Best Vocalist Festival Cyberb Tech Universitas Bina Dharma 2004 dan juga jadi finalis 3 Besar Dream Band 2005 untuk Daerah Jakarta dan Bandung.
Seiring dengan prestasi yang diraih, cukup banyak tawaran manggung. Sampai suatu ketika, saat mereka manggung di satu daerah di Sumatera, seorang produser dari Jakarta menawari mereka untuk rekaman album dan hijrah ke Jakarta.
Tawaran itu langsung mereka terima dan mereka pun ‘terbang’ ke Jakarta. Mereka merilis album perdana bertajuk “Kekasih Yang Tak Dianggap” pada November 2006 yang membuat band ini mendadak ngetop di blantika musik Indonesia. Penggarapan album perdana ini banyak dibantu musisi senior seperti Adith The Fly, Benny Vena, Ian Protonema, Heydie Ibrahim eks Power Slaves, DD Crow Roxx, dan Andy Juliet.
Euforia rekaman album perdana tersebut, membuat personel KERTAS Band terlena. Kontrak album tidak dipelajari dengan seksama, termasuk soal royalti dan pembagian honor manggung. Alhasil, ketika kemudian muncul pertanyaan soal itu, label “berkilah” sudah diatur semua di kontrak.
Kini, sembari menjalani proses hukum yang terjadi dengan label lamanya, anak-anak KERTAS Band mencoba “lahir” baru. Diawali dengan perubahan nama menjadi ARMADA Band. Sayangnya, karena “stres” lantaran menghadapi persoalan hukum, Argha memilih kembali ke Palembang. “Dia sedih banget, sampai akhirnya pilih balik ke Palembang,” jelas sang drumer, Andhit.
ARMADA langsung masuk ke manajemen baru. Tentu belajar dari pengalaman, kini mereka lebih berhati-hati membaca kontrak dan semua perjanjian yang menyangkut nasib band ini. “Kita sadar kok, kalau dengan ini artinya kita kembali lagi ke awal atau nol lagi,” kata Rizal. (sumber: hariansumutpos.com)
Foto Rizal:


profil aRmAdA
ARMADA hanyalah nama baru di blantika musik Indonesia. Namun personelnya telah lama berkecimpung di dunia musik Indonesia. Terbentuk di Jakarta di pertengahan bulan Oktober 2007, band yang sebelumnya bernama Kertas ini telah meluncurkan album di tahun 2008 lalu berjudul "Balas Dendam" dengan hits single "Gagal Bercinta".
Hits tersebut cukup mendapatkan tempat di hati para pecinta musik Indonesia,terbukti berhasil menduduki posisi bergengsi di banyak radio di seluruh Indonesia,dengan periode yang cukup lama.hal ini di karenakan karakter band ARMADA yang begitu kuat dan menyuguhkan aliran music yang Berbeda.
Aliran music yang diusung oleh Armada adalah "Melancholic Pop".Aliran ini di bangun oleh karakter suara sang vokalis dan aransemen music yang begitu terasa melancholic dengan sentuhan musik yang banyak di pengaruhi oleh band - band legendaris dunia seperti The Beatles ,Queen,The Police dan band legendaris dunia lainnya.
Band ini dimotori Andith (DRUM)
Rizal (VOCAL),
Endra' (BASS), Mai (GUITAR)
dan Radha (GUITAR).
Tahun 2009, Armada band merilis album kedua 'Hal Terbesar' dengan single andalan 'Buka Hatimu'.
news crop circle
Police Line di Lokasi “UFO” Sudah Dilepas
Crop circle di Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/Arif Wibowo
TEMPO Interaktif, Sleman - Garis polisi atau police line yang dipasang di crop circle di Jogotirto, Berbah Sleman, sudah dilepas. Sebab sesuai temuan LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional) dua lingkaran yang diduga jejak UFO itu merupakan buatan manusia bukan seperti yang diduga sebagai jejak pesawat angkasa luar.
Namun, warga setempat memasang tali rafia di lokasi tersebut supaya warga atau wisatawan yang penasaran tidak mengijak-injak sawah. “Meskipun garis polisi dilepas, kami tetap tidak memperboleh warga menginjak lokasi karena akan merusak lahan,” kata Bambang W, Koordinator warga yang menangani lokasi sebagai lokasi wisata di Jogotirto, Berbah, Sleman, Kamis (27/1).
Meskipun lingkaran itu dinyatakan buatan manusia dan polisi telah meminta keterangan 7 saksi dari para pelilik sawah, namun warga masih banyak yang datang untuk melihat lokasi.
Meskipun lingkaran itu dinyatakan buatan manusia dan polisi telah meminta keterangan 7 saksi dari para pelilik sawah, namun warga masih banyak yang datang untuk melihat lokasi.
Hanya saja jalan masuk ke lokasi jejak “UFO” sudah di tutup dengan bambu dan warga tidak boleh naik bukit Suru yang berada di dekat lingkaran itu. Sebagai gantinya, warga menyediakan tangga di sebelah timur lingkaran dengan membayar Rp 2000 untuk melihat lingkaran dari tempat yang lebih tinggi.
Petugas dari Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta juga tidak ketinggalan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara setelah petugas dari Kepolisian Resor Sleman melakukan hal yang sama. Tim dari Polda yang dipimpin Ajun Komisaris Giyono itu ingin memastikan pola rebahan padi sehingga membentuk crop circle tersebut.
"Hanya memastikan saja, sebagai dokumentasi bagaimana pola rebahannya serta bagaimana pola crop circle itu sendiri sebagai barang bukti kami," kata dia.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Irwan Ramaini menyatakan, saat ini petugas jajarannya masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Sampai saat ini belum ditemukan siapa pembuat lingkaran yang menghebohkan tersebut.
“Kami masih tahap pemeriksaan saksi-saksi, kalau ada perkembangan akan saya beri tahu,” kata dia.
Petugas dari Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta juga tidak ketinggalan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara setelah petugas dari Kepolisian Resor Sleman melakukan hal yang sama. Tim dari Polda yang dipimpin Ajun Komisaris Giyono itu ingin memastikan pola rebahan padi sehingga membentuk crop circle tersebut.
"Hanya memastikan saja, sebagai dokumentasi bagaimana pola rebahannya serta bagaimana pola crop circle itu sendiri sebagai barang bukti kami," kata dia.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Sleman Ajun Komisaris Besar Irwan Ramaini menyatakan, saat ini petugas jajarannya masih melakukan penyelidikan lebih dalam. Sampai saat ini belum ditemukan siapa pembuat lingkaran yang menghebohkan tersebut.
“Kami masih tahap pemeriksaan saksi-saksi, kalau ada perkembangan akan saya beri tahu,” kata dia.
Langganan:
Postingan (Atom)


